Kemenhub Genjot Proyek Ini

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan akan ada beberapa proyek yang akan digenjot dalam beberapa waktu ke depan. Dia mengungkapkan proyek tersebut baik di sektor kereta api, laut, udara, dan darat.

Dia mengatakan untuk kereta api banyak proyek yang akan diteruskan. “Light Rail Transit (LRT) akan dibuat di Medan, Bandung, Surabaya, dan Semarang, selain membangun double track,” kata Budi di Gedung Kementerian Sekretariat Negara

Dia menegaskan pengembangan dan pembangunan terminal, bandara, dan pelabuhan. Budi menilai pengerjaan beberapa proyek tersebut harus dikerjakan dengan maksimal agar tidak menjadi bumerang.

Selain membangun tol laut, Budi menegaskan bandara juga akan menjadi target yang digenjot dalam setahun ke depan. “Bandara dijadikan hub supaya turis makin baik makanya bandara-bandara yang bertujuan wisata dijadikan perhatian yang lebih,” ungkap Budi.

Dengan begitu, Budi menilai konekivias bandara akan lebih efektif. Budi juga akan mengevaluasi atktivitas udara agar mengetahui daerah mana saja yang sering didatangi turis.

Untuk menggenjot proyek-proyek yang akan dikerjakan dalam satu tahun ke depan, Budi memastikan Kemenhub memiliki anggaran sekitar Rp 4,1 triliun. “Tetapi semua (anggaran yang dimiliki) jika dikalkulasikan dengan proyek yang dikerja samakan antara pemerintah dan badan usaha (KPBU) jadi Rp 5 triliun,” tutur Budi.

via Kemenhub Genjot Proyek Ini

credit by #913

Pemprov Siapkan Pengelolaan Sampah Sunter

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Aji mengatakan pihaknya tengah menyiapkan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) fasilitas pengelolaan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara. Dia menyebut, Amdal itu harus selesai dan keluar pada saat peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Desember 2018 mendatang.

 

“Sambil jalan terus. Amdalnya masih terus kita siapkan. Artinya di Desember ini udah harus keluar dengan Amdalnya, kan mau groundbreaking kan,” kata Isnawa

Dia mengatakan, pembangunan ITF itu akan memakan waktu paling cepat selama dua tahun. Hal itu pun bergantung dari kapasitas tempat yang akan dibangun dan aspek-aspek lainnya.

Pada Mei 2019 nanti, dia menuturkan, pihaknya merencanakan side opening atau pembukaan lahan. Groundbreaking pada Desember nanti dilakukan lantaran adanya pembahasan mengenai pertimbangan nilai berat kalori sampah, sampai dengan konsep Business to Business (B2B) dan lain-lain.

“Jadi saya senang nih dengan Desember nanti groundbreaking sudah memberikan kepastian bahwa ITF akan segera dimulai di Jakarta,” kata Isnawa.

Isnawa juga menambahkan, pihak-pihak yang membangun antara lain Jakpro dan Fortune Finlandia. Sebab, Pemprov DKI telah melakukan penugasan untuk pembangunan ITF kepada Jakpro. Sementara pihaknya, akan lebih fokus kepada supply atau penyediaan sampahnya.

Isnawa mengatakan, fasilitas pengelolaan sampah di Sunter, Jakarta Utara diprediksi akan menampung sampah sebanyak 2.200 ton per hari. Padahal, sampah yang dihasilkan di DKI Jakarta mencapai 7.000 ton per hari.

“ITF Sunter diprediksi 2.200 ton per hari. Jadi Jakarta ini standardnya harus di atas 1.000 ton lah karena memang kita punya PR sampah karena saat ini ada 7.000 ton lebih,” jelas Isnawa.

Dia mengatakan, produksi sampah juga diprediksi akan bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Dia juga tak memungkiri sepanjang pembangunan ITF selama dua tahun ke depan, sampah akan meningkat sampai 8.500 atau 9 ribu ton.

Menurutnya, hal itu pun saat ini tengah dibahas oleh pihak-pihak yang terlibat dalam Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Pemprov DKI Jakarta juga tengah menggodok KPBU dalam rangka pembuatan ITF ini. Setelah jadi, maka Pemprov DKI tak perlu bergantung terhadap TPST Bantargebang.

Dia menambahkan, lifetime atau masa hidup TPST Bantar Gebang, menurut studi yang telah pihaknya lakukan, hanya mampu mencapai tahun 2021 sampai 2022. Sebab, kandungan sampah itu sendiri telah mendekati 39 juta ton. Ketinggiannya sendiri, kata dia, juga telah mencapai 30 meter.

Pihaknya mengkhawatirkan, banyak hal-hal yang tak diinginkan terjadi di sana. Seperti potensi longsor ketika hujan deras, atau kebakaran ketika musim kemarau. Sehingga, dia menekankan, Pemprov DKI tak memiliki banyak pilihan, selain memilliki pengelolaan sampah secara mandiri.

“Singapura saja yang sekecil itu sudah punya lima (ITF), di dalam kota Tokyo ada 23 walaupun kisarannya ada yang 200 ton ada yang 500 ton, tapi mereka sudah demikian,” kata dia.

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga menyebut keberadaan fasilitas pengelolaan sampah ITF di Sunter, Jakarta Utara nanti, tak ada bedanya dengan adanya TPST Bantar Gebang. Sebab, sistem ITF yang akan berjalan nanti memiliki sistem yang sama dengan TPST Bantar Gebang, yaitu kumpul-angkut-buang.

“Keberadaan ITF nanti tidak ada bedanya dengan TPST Bantar Gebang. Sistemnya tetap kumpul angkut buang, hanya bedanya nanti dibuangnya ke ITF-ITF yang berkapasitas masing-masing 2.200 ton per hari,” jelas Nirwono

Menurutnya, ketika nanti ada ITF pun, Pemprov DKI Jakarta juga harus mengadakan uang kompensasi bau, uang untuk perbaikan lingkungan, dan juga uang operasional truk angkut. Hal itu, kata dia tidak menyelesaikan masalah mendasar sampah sendiri.

Meskipun demikian, dia menegaskan, keberadaan ITF tak menyelesaikan sampah. Apalagi, seiring dengan kenaikan jumlah penduduk, yang membuat produksi sampah juga turut meningkat. “ITF percontohan di Sunter baru akan bertahap menampung sampah 2.200 ton per hari, sisanya kemana? Ya, masih ke TPST Bantar Gebang,” jelas dia.

Sementara, data yang didapat dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, produksi sampah Jakarta, kata dia, mencapai 6.400-6.800 ton per hari. Jumlah itu terdiri atas sampah rumah tangga 3.845 ton, sampah perkantoran sebanyak 1.429 ton, sampah industri, hotel, restoran 757 ton, dan sampah jalan, taman, stasiun, terminal, sebanyak 725 ton.

Komposisinya sendiri, lanjut dia, terdiri atas sampah organik sebanyak 53,75 persen,  kertas sebanyak 14,92 persen, dan plastik sebanyak 14,02 persen. Selain itu, gelas atau kaca sebanyak 2,45 persen, dan lain-lain sebanyak 14,86 persen.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking fasilitas pengelolaan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF)  di Sunter, Jakarta Utara. Ground-breaking itu dilakukan pada Desember mendatang.

“Jadi insya Allah bulan Desember besok akhir tahun kita bisa groundbreaking ITF di Sunter. Mudah-mudahan nanti bisa mengelola kapasitasnya 2.200 ton perhari. Jadi harapannya sebagian kita akan mulai,” jelas Anies di Balai Kota DKI Jakarta,

via Pemprov Siapkan Pengelolaan Sampah Sunter

credit by #913

Hotel Puncak Dilalap si Jago Merah

Hotel Puncak dan Mega Karaoke TV (KTV) di Jalan KH Abdurrahman Siddik, Kota Pangkalpinang, Babel, dilalap si jago merah Senin malam. Kebakaran itu membuat panik para tamu sehingga langsung berhamburan keluar hotel guna menyelamatkan diri.

api dan kepulan asap hitam terlihat di lantai empat dan lima. Api lalu membesar dan merambat ke bagian jendela hingga ke permukaan bagian depan hotel.

Petugas pemadam kebakaran Pemkot Pangkalpinang mengerahkan 7 unit mobil damkar guna menjinakkan si jago merah di lokasi kejadian.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Pemkot Kota Pangkalpinang Rasdian Setiadi menyatakan, informasi awal kebakaran diterima sekitar pukul 21.00 WIB dengan lokasi Hotel Puncak dan Mega Karaoke. Tim petugas damkar kemudian langsung berangkat menuju lokasi.

“Kami terjunkan tim gabungan langsung ke lokasi, 7 unit mobil damkar ditambah 1 unit mobil BPBD Provinsi Babel, dan 1 unit mobil Direktorat Sabhara dari Polres Pangkalpinang. Kami perhatikan hotel ini sekira 7-8 lantai, dan informasi didapat kejadian kebakaran ada di lantai 5,” ujarnya kepada awak media di lokasi kejadian, Senin (22/10/2018) malam.

Rasdian menyebutkan, di lantai 5 gedung hotel itu terdapat tempat karaoke. Namun hari ini mestinya tidak ada kegiatan di sana karena setiap Senin tempat karaoke itu tutup.

Adapun penyebab dan sumber kebakaran belum diketahui pasti. “Namun diduga penyebabnya dikarenakan korsleting listrik,” terangnya.

Berdasarkan laporan dari timnya di lapangan, kata dia, ruang ventilasi udara di hotel itu sangat terbatas, sehingga asap sulit untuk keluar. Akhirnya kaca jendela ruang karaoke dipecahkan agar kepulan asap keluar dan tidak membahayakan keselamatan tim petugas.

Sementara itu, warga setempat, Firman (31), menuturkan, sumber api diduga berasal dari lantai 5 atau lokasi Mega Karaoke. Firman mengaku penasaran kok bisa ada aktivitas di Mega Karaoke padahal setiap hari Senin tempat itu tutup.

“Iya lantai 5 itu tempat Mega Karaoke. Kami lihat asap api kebakaran juga ngepul warna hitam. Petugas kebakaran yang berada di atas lantai juga tadi sempat mendobrak beberapa jendela lantai hotel agar kepulan asap keluar,” pungkasnya.

via Hotel Puncak Dilalap si Jago Merah

credit by #913

Emak-Emak Dapat Pelatihan Jurnalistik dari Partai Gerindra

Ratusan ibu-ibu yang tergabung dalam relawan Prabowo-Sandi mengikuti pelatihan jurnalistik yang digagas Departemen Jurnalisme Publik DPP Partai Gerindra, di Amphitheater Hambalang, Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,

Kepala Departemen Jurnalisme Publik DPP Partai Gerindra Hazmi Srondol menjelaskan pelatihan jurnalisme publik yang dikhususkan bagi emak-emak relawan Prabowo-Sandi bertujuan untuk melatih bakat menulis menjadi hal yang lebih positif.

“Dari pada update status di facebook atau media sosial lainnya dengan curhatan masalah keluarga, lebih baik mereka menulis dengan hal-hal yang lebih bermanfaat dan positif,” kata Hazmi dalam keterangan tertulis

Menurut Hazmi, kaum ibu atau emak-emak saat ini tidak hanya mengurus kebutuhan rumah tangganya saja, tetapi mereka bisa mencurahkan ide dan pemikirannya menjadi sebuah karya tulisan yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia.

Bahkan, banyak pula kaum perempuan yang menulis novel untuk menyalurkan bakat positifnya.

“Jadi saat ini sudah bukan jamannya lagi emak-emak hanya mengurus dapur saja, tetapi mereka bisa menulis novel atau cerita yang jauh lebih bermanfaat untuk publik dan bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari kegiatan menulis nya,” tutur Hazmi.

via Emak-Emak Dapat Pelatihan Jurnalistik dari Partai Gerindra

credit by #913

Gregoria Mariska ke Semifinal Denmark Terbuka

Gregoria Mariska berhasil memenangi laga sengit di babak perempatfinal Denmark Terbuka, Sabtu 20 Oktober 2018 dini hari WIB. Mariska menang dari wakil tuan rumah, Line Hojmark.

Dalam pertandingan di Odense Sports Park, Mariska sudah mendapat perlawanan sengit dari Line Hojmark sejak game pertama. Hingga akhirnya, Mariska tumbang lewat skor 22-20.

Pada game kedua, Mariska bangkit terus memberikan tekanan pada Line Hojmark. Sempat kejar-kejaran poin, Mariska pun berhasil memaksa rubber game usai menang 21-19 pada game kedua.

Pertarungan kembali alot di game ketiga, bahkan kedudukan sempat imbang 3-3 dan 9-9. Namun, perlahan demi perlahan Mariska berhasil mengunci kemenangan dengan skor 21-13.

Mariska pun berhasil melaju ke semifinal, dan ini menjadi yang pertama untuk level super 750. Di babak selanjutnya, Mariska akan melawan tunggal putri asal India, Saina Nehwal.

via Gregoria Mariska ke Semifinal Denmark Terbuka

credit by #913

Penumpang Bus Diciduk di Terminal Tanah Tinggi Bawa Ganja 2 Kg

Seorang pria asal Medan, bernama Kasmin ditangkap petugas Polsek Tangerang di Terminal Bus Tanah Tinggi, Tangerang. Kasmin diciduk karena membawa ganja seberat 2 kg lebih di tas yang dibawanya dari kampung halaman.

“Tersangka ditangkap Rabu, 17 Oktober 2018, pukul 04.00 WIB, saat baru turun dari bus tujuan Medan,” ungkap Kapolsek Tangerang Kompol Ewo Samono kepada wartawan di Polsek Tangerang pada Jumat, 19 Oktober 2018 kemarin.

Ewo menerangkan, Kasmin selama ini bekerja sebagai kurir ganja asal Medan. Dia biasa membawa ganja dari Medan ke Tangerang dengan menggunakan angkutan bus. Sekali membawa ganja, Kasmin mendapat upah sebesar Rp1 juta. Nilai ganjanya sendiri seharga Rp6 juta lebih.

“Ganja kering itu rencananya akan edarkan di Kota Tangerang,” ujarnya.
Sementara itu, Kasmin mengaku, diminta seorang bandar ganja di Medan untuk membawa paket ganja itu ke seseorang bernama Sam di Tangerang.

“Saya disuruh membawa paket ganja itu kepada Sam. Ganja berasal dari Medan. Saya belum dapat upahnya. Katanya, upahnya nanti saat sampai,” ungkapnya. Pria berbadan tambun ini mengaku sangat membutuhkan uang itu untuk menghidupi istri dan anaknya, karena pekerjaannya sebagai kuli kasar dirasa sangat kurang.

Atas perbuatannya kini Kasmin mendekam di tahanan dan terancam kurungan di atas lima tahun penjara.

via Penumpang Bus Diciduk di Terminal Tanah Tinggi Bawa Ganja 2 Kg

credit by #913

Eksploitasi Anak untuk Politik Diancam Pidana

Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda menegaskan ekploitasi anak-anak di bawah umur untuk kepentingan politik dapat diancam hukuman maksimal lima tahun penjara. Hal ini sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Pada pasal 87 UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak mengatur bahwa adanya eksploitasi anak-anak untuk kepentingan politik dapat diancam hukuman penjara maksimal lima tahun,” kata Erlinda kepada pers di Jakarta

Menurut Erlinda, perihal aturan adanya sanksi hukum terhadap eksploitasi anak-anak di bawah umur untuk kegiatan politik ini, KPAI sudah membuat nota kesepahaman dengan KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu. “Adanya dua peristiwa anak-anak sekolah yang diberdayakan untuk kegiatan politik, hal ini tidak bisa disepelekan,” katanya.

Erlinda mengatakan hal itu menyikapi laporan yang disampaikan Direktorat Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, Kamis. Pelaporan perihal adanya video anak-anak berseragam Pramuka yang meneriakkan kata-kata “2019 ganti presiden”.

Selain itu, adanya pernyataan siswa SMA Negeri di Jakarta yang mengaku didoktrin oleh gurunya untuk anti-Joko Widodo dan pernyataan tersebut menjadi viral di media sosial. Erlinda menjelaskan, faktor psikoligi anak-anak yang tereksploitasi tentunya mengkhawatirkan.

Misalnya, ia mencontohkan, dapat menimbulkan perkelahian antarteman sekolah karena adanya beda pilihan. “Ini juga berakibat buruk pada pendidikan,” katanya.

Dampak eksploitasi anak-anak untuk kegiatan politik, menurut dia, tidak hanya pada pihak yang berkepentingan, tapi juga masyarakat secara luas. Kondisi psikologis anak-anak berbeda dengan orang dewasa yang karakternya sudah kuat.

“Anak-anak masih dalam pertumbuhan sehingga mudah meniru. Apalagi yang dilihat dan diajarkan dari kampanye orang tua, akan mempengaruhi pertumbuhan anak,” katanya.

Erlinda menambahkan, kalau anak-anak sudah diajarkan dengan kebencian, maka kelak dapa menjadi berbahaya. Anak-anak belum paham mana nilai-nilai yang benar dan mana yang tidak benar.

“Kalau anak-anak saling membenci dan berkelahi, ini akan berdampak panjang ke depan, tentunya akan merugikan bangsa kita sendiri,” katanya.

via Eksploitasi Anak untuk Politik Diancam Pidana

credit by #913

Penjambret Sadis Dibekuk

Edi Santuso (21) ini akhirnya dibekuk anggota Polsek Tenggilis, Surabaya Sempat buron sekitar 2 tahun di Madura, penjambret sadis itu akhirnya pulang.

Polisi mencokoknya. Edi merupakan salah seorang kriminal yang menewaskan Nur Saikunah pada Februari 2016. Korban dijambret hingga celaka. Bahkan kehilangan nyawa.

Kanitreskrim Polsek Tenggilis AKP Puguh Sudaryono menjelaskan, Edi ditangkap berkat pengakuan temannya, Abdul Rohman. Abdul lebih dulu dibekuk.

Waktu itu petugas menginterogasinya. Awalnya, Abdul mengaku tidak tahu keberadaan Edi. Namun, penyidik berhasil membuat Abdul terpojok.

Dia menyerah, lalu memberi tahu alamat teman jahatnya tersebut. Anggota langsung bergerak mendatangi rumah Edi.

Namun, upaya anggota saat itu tidak membuahkan hasil. Pelaku lebih dulu kabur. Status buron dilekatkan kepada Edi sejak Februari 2016. Upaya melacak keberadaan si eksekutor berdarah dingin itu sudah dilakukan.

Sedikit saja ada info, anggota langsung merespons. Namun, dua tahun berjalan, barulah pelaku menampakkan batang hidungnya.

Tim antibandit mengendus jejak pelaku. ”Kami dapat informasi, pelaku berada di Madura,” ujarnya.

via Penjambret Sadis Dibekuk

credit by #913

Gol Cepat Dries Mertens Tak Berarti Buat Belgia

Hasil imbang mengakhiri bentrokan Belgia dengan Belanda. Tampil di Stade Roi Baudouin, Rabu (17/10) dini hari WIB, kedua tim harus puas dengan skor 1-1.

Dalam laga ini, Belgia mampu unggul dengan cepat. Lewat sepakan first time, Dries Mertens berhasil mengoyak gawang Belanda kawalan Jasper Cillessen. Skor berubah 1-0 di menit ke-5

Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Sebab pada menit 27, Belanda sukses menyamakan keadaan. Arnaut Groeneveld yang lolos jebakan offside mampu menerima umpan silang datar pemberian Memphis Depay. Dengan tenang, Groeneveld berhasil menaklukkan penjagaan Simon Mignolet di bawah mistar gawang.

Lima menit berselang, Belanda hampir berbalik unggul. Tapi peluang emas yang diambil Quincy Promes digagalkan oleh tiang.

Tensi pertandingan kian berlangsung panas. Belgia coba meningkatkan serangan dengan memainkan Mitchy Batshuayi, Yannick Carrasco, dan Thomas Meunier di paruh kedua laga. Namun strategi tersebut gagal memberikan pengaruh positif.

Hingga laga usai, kedudukan tetap seimbang. Buat Belgia, hasil ini memutus tren empat kemenangan beruntun yang sebelumnya mereka raih.

Susunan pemain
Belgia: Mignolet; Alderweireld, Boyata, Denayer; Castagne (Meunier 73′), Tielemans (Carrasco 83′), Witsel, Cahdli; Eden Hazard (Thorgan Hazard 46′), Mertens (Praet 46′), Lukaku (Batshuayi 46′).

Belanda: Cillessen; Dumfries (Hateboer 46′), De Ligt (Rosario 46′), De Vrij, Ake, Groeneveld (Vilhena 61′); Van de Beek (Van Aanholt 61′), Strootman (De Jong 72′), Blind; Promes (Bergwijn 73′), Depay.

via Gol Cepat Dries Mertens Tak Berarti Buat Belgia

credit by #913

Tak Mau Kampanye Cuma Pencitraan

Calon Presiden Prabowo Subianto jarang tampil di layar televisi pada masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ini. Bahkan ada yang menganggap Ketua Umum Partai Gerindra tidak serius hanya lantaran jarang tampil dan diliput media.

Namun, alasan tersebut tidak tepat. Prabowo Subianto ternyata memiliki kegiatan yang sangat padat meski jauh dari pengamatan wartawan.

Menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra bidang Kaderisasi dan Informasi Publik, Sugiono,
meskipun bukan agenda publik seperti mengadakan kampanye terbuka dengan ribuan masyarakat di daerah-derah. Tetapi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh mantan Danjen Kopassus itu bertujuan untuk kepentingan publik yang lebih luas.

“Banyak orang yang tidak tahu bahwa agenda Pak Prabowo sangat padat meskipun sifatnya bukan agenda publik,” ujar Sugiono, Jakarta.

“Tetapi agenda kegiatan yang Ia lakukan bertujuan untuk kepentingan publik seperti berdialog dengan para ekonom untuk membahas dan merumuskan kesejahteraan ekonomi untuk rakyat Indonesia serta ada juga kegiatan dengan para tenaga kesehatan yang bertujuan untuk merumuskan konsep kesehatan untuk kepentingan rakyat Indonesia,” lanjutnya.

Menurut Sugiono, kampanye Pemilu tidak harus selalu diliput media yang seakan-akan hanya berusaha untuk menaikkan citra. Prabowo memiliki cara sendiri agar visi misi menjadi capres dapat langsung dirasakan masyarakat luas.

“Pak Prabowo memiliki cara dan gayanya sendiri dalam menjalankan kampanye ini, dan kampanye pada Pemilu tidak harus selalu tampil di depan umum untuk membangun pencitraan saja. Yang terpenting adalah merumuskan dan membuat strategi untuk menciptakan Indonesia yang adil dan Makmur untuk bisa dijalankan ketika terpilih nanti,” katanya.

“Dan jangan sampai jika terpilih nanti Janji-janji kampanye nya tidak bisa ditepati karena tidak memiliki kemampuan serta arah yang jelas untuk melaksanakannya,” tandas Sugiono yang juga merupakan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi itu.

via Tak Mau Kampanye Cuma Pencitraan

credit by #913