Said Didu Sekretaris Menteri BUMN Periode 2004-2012, melontarkan tentang ke ricauan di dalam BUMN saat ini, pendapatnya banyak campur tangan penguasa di dalam kinerja BUMN sehinggga BUMN tidak setabil.
beliau juga mengungkapkan tentang, hutang yang menumpuk pinjaman BUMN. terpengaruh oleh meningkatnya pendapatan. Hal itu terjadi khususnya pada periode 2016 hingga 2017.

Menurutnya, kerusakan itu tidak akan terjadi bila mana intervensi penguasa tidak besarkepada BUMN. Dia pun menjelaskan, yang di maksud penguasa itu adalah para cukong-cukong bermodal besar yang terus dituruti dan ditakuti oleh pemerintahan.
“Itu bukan pemerintah loh tapi cukong-cukong pengusaha. Pemerintah berganti, cukongnya tetap. Aku pilih pemerintah yang bebas dari cukong kekuasaan, karena kita ganti pemerintahan cukongnya dia lagi,” papar Said Didu menegaskan.
“Jadi selama cukongnya tetap, jangan harap perubahan karena cukongnya tetap. Kita cape berpikir, ada penikmatnya, matilah kita. Kita harap perubahan cukongnya tetap ya enggak bisalah. Apalagi kalau pejabatnya penikmat jabatan, sudah dia hanya mainan saja,” ujarnya dengan jelas.
Karena itu Said menegaskan, siapa pun pemerintah yang terpilih ke depannya harus benar-benar bisa membebaskan BUMN dari intervensi-intervensi tersebut. Sebab, BUMN adalah badan usaha milik negara bukan badan usaha milik pengusaha.
“Kalau saya ditanya solusinya, hanya dua tiga langkah, yakni tempatkan orang baik di BUMN dengan jaminan jabatan yang pasti dan lindungi dia, ketiga sedikit marah-marah, itu aja. Itu sederhana, pengalaman saya 90 persen lebih karena intervensi bukan orangnya (pejabatnya),” ujarnya dengan tetgas.
via Mantan Sekretaris Menteri BUMN Mengatakan Banyak Campur Tangan Penguasa Masalah Hutang BUMN
credit by #913







