https://ift.tt/2NhRUDJ

Günter Litfin adalah seorang penjahit Jerman yang menjadi orang kedua yang diketahui meninggal di Tembok Berlin.  Lutfin dilahirkan pada tanggal 19 Januari 1937, dan tutup usia pada tanggal  24 Agustus 1961, pada usia 24 tahun. Litfin adalah korban pertama yang dibunuh oleh pasukan perbatasan Jerman Timur, orang pertama yang mengalami luka tembak, dan korban laki-laki pertama. Pecahnya peperangan antara Jerman Barat dan Jerman Timur, banyak menanam luka mnedalam pada setiap orang yang hidup pada masa tersebut. Tembok Berlin tersebut dibangun oleh pemerintahan Jerman Timur, yang merupakan symbol dari perpecahan Negara Jerman.

Runtuhnya Jerman Timur merupakan peristiwa sejarah yang tidak mungkin dilupakan, tidak hanya bagi warga Jerman, akan tetapi juga bagi warga seluruh dunia. Peristiwa itu sekaligus menandai adanya babak baru bagi negara Jerman. Setelah lebih dari empat puluh tahun sebagai negara yang dipisahkan oleh Tembok Berlin menjadi dua negara Jerman. Hal ini dimulai sejak kemenangan sekutu mengalahkan kekuatan Nazi Jerman pada Perang Dunia II, menyisakan Amerika dan Uni Sovyet sebagai negara Adidaya dengan ideologi, ekonomi, dan kekuatan militer yang sama-sama besar.

Setelah Perang Dunia selesai, Kota Berlin pun terbagi dua. Kota Berlin Timur menganut paham komunis, mengikuti Rusia, sedangkan rakyatnya tidak sepenuhnya menginginkan hal tersebut. Sebagian warga memandang bahwa Berlin Barat memiliki harapan yang lebih baik, sehingga mereka berbondong-bondong melakukan migrasi dan mencari perlindungan dan kehidupan yang lebih baik. Hal inilah yang dianggap oleh pemerintah Berlin Timur dianggap sebagai sebuah ancaman. Awalnya, pembatas antar dua kota Berlin tersebut, hanya berupa kawat berduri, yang memiliki panjang sekitar 155 kilometer, Baru sekitar tahun 1962 pada kawasan pembatas tersebut, dibangun sebuah tembok yang tinggi. Tidak hanya itu, pada pembatas kedua kota tersebut dilengkapi dengan ranjau.

Dengan didirikannya Tembok Berlin mebuat setiap warga Jerman terpuruk. Hal ini tidak hanya dialami oleh warga Berlin Timur, tetapi juga Berlin Barat. Aksi patroli dengan menempatkan pasukan militer, yang diberlakukan pada setiap jalan resmi yang diizinkan oleh Sovietberdampak pada penutupan seluruh akses darat menuju Berlin Barat. Hal ini menyababkan ditutpnya  akses lalu lintas logistik dan perdagangan. Sebagai penjahit yang ternama, Günter Litfin merasa dirugikan, sama seperti warga negara lainnya.  Bagi mereka, dengan membangun tembok tersebut, maka mereka measa tertutup pula akses mereka untuk mencari rezeki. Dalam sejarahnya, dituliskan bahwa selama Tembok Berlin berdiri, terdapat sekitarlebih dari  5000 orang yang mencoba untuk kabur melintasi perbatasan tersebut, dan sekitar 100–200 orang diduga mati tertembak, karena ketahuan oleh penjaga perbatasan.

via

credit by #913

Leave a comment